Breaking News

Perusahaan Otobus Juga Perlu Utang?, Disertai Study Kasus




Halo kembali bersama saya Ambang, masih dalam Seri StartItUP yang membahas dunia bus dari prespektif perusahaan. Karena udah lama gak posting kali ini kita akan mengangkat topik Utang dalam perusahaan, btw ngomongin hutang dalam perusahaan itu sah-sah saja asal jelas penggunaannya dan bisa mendatangkan manfaat bagi perusahaan itu sendiri. Ide awalnya bikin ini karena menemukan para mania yang kurang paham mengenai utang usaha jadi gak ada salahnya untuk di buat jadi postingan. Diakhir postingan akan ada studi kasus, tapi tenang studi kasusnya gampang kok.
...
Utang menjadi bagian dari sebuah perusahaan. Ini terjadi karena utang ada dan tumbuh, karena adanya aktifitas di dalam perusahaan. Jadi, hal yang bisa dipastikan dari utang yakni pasti setiap perusahaan memiliki utang. Meskipun hampir seluruh perusahaan memiliki utang, tetapi untuk besarannya utang yang dimiliki oleh setiap perusahaan berbeda-beda. Dan besarnya utang ini biasanya dipengaruhi oleh permasalahan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan di dalam masalah keuangan. Tentu saja semakin besar jumlah uang yang dibutuhkan, akan semakin besar pula beban utang yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
.
Tetapi, bukan berarti utang selalu tentang beban sebuah perusahaan. Sebuah utang jika dimanfaatkan dengan baik dan memiliki tujuan yang jelas bisa menumbuhkan perusahaan kearah yang lebih baik. pada dasarnya utang ini bisa menjadi batu sandungan, namun bisa juga menjadi batu pijakan.
..

Pembagian Hutang Berdasarkan Jangka Waktu 


1. Utang jangka waktu pendek
Utang yang harus sesegera mungkin dilunasi oleh sebuah perusahaan. Biasanya untuk utang jangka pendek ini batas waktunya satu tahun. biasa dikenal dengan nama utang lancar.

Berikut ini kami berikan contoh utang jangka pendek :
1. Taksiran utang pajak
2. Utang biaya
3. Utang dagang
4. Utang wesel

2. Utang jangka waktu menengah
Untuk utang ini, waktu pelunasannya kurang dari 10 tahun.

3. Utang jangka waktu panjang
Biasanya jenis utang ini memiliki jangka waktu pelunasan lebih dari 10 tahun, dan pembayaran ini dibayarkan secara periodic waktu tertentu. Meski dibayarkan sudah ditentukan perperiodik, biasanya jumlah yang dibayarkan sudah termasuk dengan bunga dan utang pokok.
...

Mengukur Utang Perusahaan

Salah satunya Bisa menggunakan Rasio keuangan yaitu DER (Debt To Equity Ratio), dimana Debt Equity Ratio (DER) adalah rasio yang membandingkan jumlah Hutang terhadap ekuitas (kekayaan bersih perusahaan). 

Cara menghitung DER adalah Total Hutang : Total Ekuitas

 *Nanti akan ada chase study ya untuk Rasio DER ini, karena seri StartItUP kalau masalah keuangan gak bakalan jauh dari hitung hitungan, tapi ini hitungannya simple kok cuma pakai pembagian saja*

Semakin tinggi angka DER maka diasumsika perusahaan memiliki resiko yang semakin tinggi terhadap likuiditas perusahaannya. Bisa jadi angka DER tinggi mengakibatkan perusahaan akan fokus melunasi hutangnya atau angka DER tinggi juga bisa menjadi warning/peringatan perusahaan akan terjadinya Default/Gagal Bayar. Saran Bagi perusahaan angka DER yang baik adalah < 1x atau dibawah 100%.
...

Tips Mengelola Utang Perusahaan 

Saya kutip dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. J. Tanzil & Rekan sebagai berikut : 

1.Susunlah Anggaran.
Diawali dengan memperhatikan arus kas perusahaan, manajemen harus mengetahui berapa arus kas yang benar-benar masuk kedalam perusahaan, berapa juga kas yang dikeluarkan setiap bulan oleh perusahaan. Hal ini akan memudahkan perusahaan untuk mengetahui aliran uang dari mana dan kemana saja, dengan demikian perusahaan akan mampu merencanakan pengeluaran jangka pendek perusahaan. Rencana anggaran biaya yang baik akan mampu memperkecil resiko gagal bayar hutang bagi perusahaan.

2.Sebaiknya gunakan hutang hanya untuk keperluan investasi.
Penggunaan hutang pada aktivitas investasi akan membawa hasil bagi perusahan yang dapat digunakan sebagai pembayaran bunga dari hutang tersebut. Hal ini lebih baik daripada menggunakan hutang untuk keperluan konsumtif, juga memperkecil resiko kondisi keuangan yang memburuk, sehingga tujuan pengajuan hutang lebih terarah dan berjalan sesuai dengan rencana kebutuhan perusahaan.

3.Jangan ragu untuk melakukan negosiasi.
Lakukan negosiasi dengan pemberi hutang atau pinjaman, dan jangan ragu untuk membuka kondisi keuangan perusahaan saat ini. Hal –hal yang dapat anda negosiasikan adalah mengenai penurunan suku bunga yang mungkin dapat diberikan oleh pemberi pinjaman, atau negosiasikan rencana pembayaran dan jika memungkinkan mengurangi jumlah settlement setiap pembayaran.

4.Siapkan rencana cadangan.
Perusahaan perlu mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada perusahaan atas pengajuan hutang tersebut. Siapkan rencana cadangan seperti, coba nilai aset anda, atau ajukan asuransi perusahaan untuk menghindari terjadinya biaya tak terduga akibat bencana yang nilainya besar. Hal ini akan dapat mengantisipasi resiko gagal bayar dan kepailitan.

5.Buatlah Prioritas Pembayaran.
Susunlah daftar hutang perusahaan, agar manajemen dapat mengetahui jumlah dan kapan jatuh tempo hutang-hutang tersebut. Dengan demikian manajemen akan mampu mempersiapkan strategi agar dapat membayar hutang tepat waktu. Prioritaskan penyelesaian hutang yang digunakan untuk keperluan konsumtif karena tidak ada return secara keuangan bagi perusahaan dan juga prioritaskan penyelesaian hutang dengan bunga yang lebih tinggi.
...




Study Kasus

Kita study kasus yuk, karena memang topik StartItUP gak bakalan jauh dari studi kasus, harapannya materi disampaikan bisa di implementasikan dan studi kasus biar kamu makin paham. Nah kali ini kita akan membedah sekilas Utang perusahaan pada PT. Eka Sari Lorena Transport Tbk (PO Lorena), wait.. kok sebut merek?, Ya tentu boleh karena Lorena sudah melantai di bursa kepemilikan bisa dimiliki siapapun dan datanya tersedia pula. tulisan ini gak menyinggung mania kan buat pengetahuan. Kalau sobat tertarik beli saham PO Lorena untuk investasi atau sekedar "dimainkan" juga bisa kok kode saham LRNA harganya murah kok cukup Rp 156/Lembar (seratus lima puluh enam perak) modalin 16 ribu sudah bawa pulang tuh saham lorena (Update harga saham per 8 Mei 2020 Closing Price). Cuss ke study kasus

Dimana DER (Debt To Equity) PT Eka Sari Lorena Tbk (PO Lorena) Pada tahun 2018 sebesar 0,16x dan tahun 2017 0,21x.
tahun 2018 0,16 di dapat dari Rp 44,014,632,461 (Liabilitas) : Rp 268,044,810,815 (Ekuitas) dan tahun 2017 di dapatkan dari Rp 45,197,080,819 (Liabilitas) : Rp 211,881,509,899 (Ekuitas)

(0,16x = 16%, 0,21= 21%)

Interprestasi =>Jika dilihat angka DER dari 2017 ke 2018 mengalami penurunan artinya perusahaan ini terus memperbaiki kinerja dari segi hutang, karena hutang yang baik adalah dibawah 1x/100% oh ya melihat sesuatu harus secara luas namun karena tulisan ini berhubungan sama hutang jadi kita cukup membahas dihutang saja.
...
Btw DER ini digunakan gak cuma di gunakan oleh PO saja namun seluruh industri mau jasa atau pun non jasa menggunakan DER ini. jadi penggunaaan DER ini sangar luas. 
...
Nah Gimana pembahasan mengenai hutang perusahaan?, Semoga nih menjadi refrensi buat yang lagi merintis usaha atau mau mendirikan usaha. kalau ada pertanyaan monggo, saran, atau pun req silakan di komen ya... Harapannya akan ada owner-owner PO Baru, dan bisa memberikan wawasan dengan topik yang berbeda, atau mungkin mau menghire saya dibagian keuangan? *just Kidding*.Udah banyak belajar hari ini? jangan lupa share ke temen kamu biar mereka juga tau apa yang kamu tahu. Sampai jumpa di seri StartItUP lainnya :D
...
Ref :
Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. J. Tanzil & Rekan
Ukirama.com
Trading By Knowledge
RTI Business
Instagram/dafinazim_87 (Gambar)
Instagram/cupuu.galery (Gambar)
....
Analisis Teknikal Saham LRNA

No comments