Breaking News

Kenalan Yuk Dengan KAP (Kantor Akuntan Publik)



Menurut S. K. Menteri Keuangan No. 470/KMK.017/1999 tanggal 4 Oktober 1999, Kantor Akuntan Publik adalah lembaga yang memiliki ijin dari menteri keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik dalam menjalankan tugasnya. Salah satu peran Kantor Akuntan Publik (KAP) pada perusahaan adalah untuk memberikan jasa atestasi atas laporan keuangan perusahaan.

Bidang jasa KAP meliputi:


  • Jasa atestasi, termasuk di dalamya adalah audit umum atas laporan keuangan, pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif, pemeriksaan atas pelaporan informasi keuangan performa, review atas laporan keuangan, dan jasa audit serta atestasi lainnya.
  • Jasa non atestasi, yang mencakup jasa yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan, manajemen, kompilasi, perpajakan, dan konsultasi.


Ukuran KAP merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan besar kecilnya suatu KAP. Ukuran KAP dikatakan besar jika KAP tersebut berafiliasi dengan Big Four, mempunyai cabang dan kliennya perusahaan-perusahaan besar serta memiliki tenaga profesional di atas 25 orang, sedangkan ukuran KAP dikatakan kecil jika tidak berafiliasi dengan Big Four, tidak mempunyai kantor cabang dan kliennya perusahaan kecil, serta jumlah profesionalnya kurang dari 25 orang (Arens et al., 2008:33).

Ukuran KAP dapat mengindikasikan kualitas jasa yang diberikan, hal ini tersebut dapat dipahami dari banyaknya jumlah permintaan terhadap KAP tersebut. Menurut Nasser et al. (2006) ukuran dari KAP digolongkan dalam Big Four dan Non Big Four.

KAP Big Four dianggap lebih mampu meningkatkan independensinya jika berbanding dengan KAP yang kecil, dan KAP Non Big Four dianggap memiliki tingkat independensi lebih rendah dibandingkan dengan KAP Big Four.

KAP besar cenderung mempunyai lebih banyak pengalaman audit dibandingkan KAP kecil. Dengan demikian, diperkirakan bahwa dibandingkan dengan KAP kecil, KAP besar mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam melakukan audit, sehingga mampu menghasilkan kualitas audit yang lebih tinggi (Wijayani, 2011).

No comments