Stakeholder Theory



Manajemen organisasi diharapkan untuk melakukan aktivitas yang dianggap penting bagi stakeholder mereka dan melaporkan kembali aktivitas-aktivitas tersebut pada stakeholder. Tujuan dari teori stakeholder adalah untuk membantu manajer korporasi dalam meningkatkan nilai sebagai akibat dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan dan meminimalkan kerugian bagi stakeholder.

Tujuan utama dari teori stakeholder adalah untuk membantu manajer korporasi mengerti lingkungan stakeholder mereka dan melakukan pengelolaan dengan lebih efektif dilingkungan perusahaan mereka. Namun demikian, tujuan yang lebih luas dari teori stakeholder adalah untuk membantu manajer korporasi dalam meningkatkan nilai dari dampak aktifitas-aktifitas mereka, dan meminimalkan kerugian-kerugian bagi stakeholder. Pada kenyataannya, inti keseluruhan teori stakeholder terletak pada apa yang akan terjadi ketika korporasi dan stakeholder menjalankan hubungan mereka.

Berdasarkan teori Stakeholder, manajemen organisasi diharapkan dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang dianggap penting oleh stakeholder dan manajemen juga harus melaporkan kembali aktivitas-aktivitasnya tersebut kepada para pemangku kepentingan (stakeholder). Teori ini juga memaparkan bahwa semua pemangku kepentingan perusahaan mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang telah disediakan mengenai aktivitas-aktivitas organisasi.

Informasi yang harus didapatkan oleh stakeholder adalah intellectual capital. Kepemilikan serta pemanfaatan sumber daya intellectual capital memungkinkan perusahaan mencapai keunggulan bersaing dan meningkatkan nilai tambah (value added). Salah satu keunggulan IC adalah sebagai alat untuk menentukan nilai perusahaan. Oleh karena itu, intellectual capital diyakini memegang peranan penting dalam meningkatkan nilai perusahaan dimata pasar. Nilai perusahaan dapat meningkat apabila kekayaan intelektual yang dimiliki perusahaan dikelola dengan baik.

Kinerja keuangan perusahaan yang dapat dilihat dalam laporan keuangan dan analisisnya bertujuan untuk memberikan informasi dalam penilaian masa depan perusahaan, informasi mengenai sumber daya perusahaan (aset) dan perubahan didalamnya. Untuk kreditor dan investor informasi ini dapat berguna untuk dapat menentukan keputusan yang tepat. Dan kemudian dengan sumbersumber pendanaan yang tepat dan kinerja keuangan yang baik akan menghasilkan nilai perusahaan yang baik pula. Nilai perusahaan yang baik menjadi harapan para stakeholder.

0 Komentar

Dukung kami